Kisah dari Gontor ke Google – Part 1

Kisah dari Gontor ke Google – Part 1

Oleh: Muhammad Syakir Arif – TI 2015

Berawal dari informasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Google, saya terus berusaha mengikuti segala programnya semaksimal mungkin. Dalam artikel ini, saya akan menceritakan bagaimana pengalaman saya hingga bisa mendapat undangan menghadiri Google I/O 2019 di Mountain View, California, Amerika Serikat.

Awal Mula Tertarik Pemrograman Android

Mulai dari tahun 2016 (semester 2 kuliah saya), walau dengan modal ilmu pemrograman yang belum banyak, saya nekat mengikuti lomba-lomba aplikasi antar mahasiswa. Hal ini bermula berkat saran dari dosen kepada saya. Lama-kelamaan, saya jadi memiliki ketertarikan untuk mendalami pemrograman aplikasi Android.

Sejak saat itulah saya terus belajar pemrograman Android, walau kebanyakan harus dilakukan secara otodidak; dengan mencari-cari kursus daring gratis (seperti Udacity, Udemy, DICODING, dll), artikel daring, video tutorial dari YouTube, dll yang mayoritas berbahasa Inggris.

Mendirikan Kelompok Studi AMOLED

Menyadari bahwa teknologi mobile sangat perlu dipelajari dan setelah berdiskusi dengan beberapa teman dan senior angkatan, kami memutuskan untuk membentuk sebuah kelompok studi pengembangan aplikasi. Maka, melalui himpunan serta prodi, diresmikanlah AMOLED. AMOLED adalah singkatan dari Academy of Mobile Developer, yaitu sebuah kelompok studi mahasiswa yang kami dirikan sejak tahun 2017 untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mempelajari pengembangan aplikasi mobile. Alhamdulillah, berkat dukungan dari para dosen prodi, kami mendapatkan keleluasaan untuk melakukan kegiatan belajar serta membangun AMOLED.

Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Google

Sekitar pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo beserta para jajaran terkait mengadakan kunjungan kenegaraan ke kantor pusat Google di Mountain View, California atau yang lebih familiar dikenal Silicon Valley. Kunjungan tersebut dalam rangka menjalin kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Google (salah satunya) agar dapat melakukan kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem serta SDM pengembang teknologi di Indonesia. Dari kerjasama tersebut, Google sepakat untuk melatih 100.000 developer Indonesia. Dari sanalah saya bertekad “Ini kesempatan emas. Semoga saya bisa menjadi salah satunya.”

Mengikuti Indonesia Android Kejar

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Google bekerja sama dengan institusi di Indonesia, menyelenggarakan Indonesia Android Kejar (IAK). IAK merupakan sebuah kelompok belajar (kejar) untuk memfasilitasi masyarakat dalam mempelajari pengembangan aplikasi Android. Mengetahui hal ini, saya langsung aktif mencari tahu, kemudian mendaftarkan diri. Alhamdulillah pada bulan Mei 2017 saya diterima dan harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatannya, yaitu menyelesaikan kursus daring serta menghadiri offline study group (OSG).

Karena di Ponorogo belum tersedia OSG, maka saya harus berjuang lebih besar dengan berangkat ke kota Malang untuk dapat mengikuti sesi OSG dengan mentor yang berasal dari Universitas Brawijaya. Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikan semua alurnya dan dinyatakan lulus IAK kelas pemula.
Kemudian pada bulan Januari 2018, Alhamdulillah saya juga dipercaya untuk menjadi fasilitator IAK kelas pemula di Ponorogo, yang bertempat di kampus UNIDA Gontor.

Leave a Reply

Close Menu