Kisah dari Gontor ke Google – Part 3

Kisah dari Gontor ke Google – Part 3

AMOLED Terus Berkembang

Setelah menjadi DSC Lead, saya membentuk struktur Core Team AMOLED yang baru. Bersama Core Team ini, kami terus melakukan evaluasi serta perbaikan untuk AMOLED, mulai dari kurikulum, konsep kegiatan, jadwal kegiatan, dsb. Setelah mengikuti IAK serta beasiswa DICODING, saya mendapatkan banyak gambaran dan referensi mengenai kurikulum pembelajaran bagi AMOLED.

Berusaha untuk Terus Berbagi Ilmu

Berbekal ilmu dan pengalaman yang telah didapat, saya terus berusaha untuk membagi ilmu saya kepada teman-teman anggota AMOLED. Hampir setiap minggu, saya bersama Core Team AMOLED menyelenggarakan meetup untuk belajar pemrograman Android. Kemudian, segala kegiatan dilaporkan kepada pihak Google melalui formulir daring yang telah disediakan.

Sementara ini dalam periode tahun 2018–2019, AMOLED/DSC kami telah menyelenggarakan 12 kali meetup dengan materi pemrograman Android. Telah melatih 61 orang, dengan 30 anggota terdaftar serta 8 orang anggota yang rutin hadir disetiap meetup. Memang, jumlah kami sangatlah kecil jika dibandingkan dengan kampus-kampus raksasa di kota-kota besar. Namun, kualitas lebih penting daripada kuantitas.

Tak hanya itu, AMOLED juga telah memiliki beberapa karya aplikasi yang dipublikasikan dalam Google Play Store. Karya unggulan kami adalah seri aplikasi Durus Al-Lughoh, yaitu aplikasi untuk belajar bahasa Arab, dengan mengadopsi kurikulum/metode dari Gontor. Aplikasi tersebut dapat terrealisasikan atas kerjasama prodi Teknik Informatika dengan prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) serta Fakultas Pendidikan di UNIDA Gontor. Pengembang utama aplikasi tersebut adalah Zaenury Adhiim Musyafa’ yang merupakan salah satu co-founder AMOLED.

Seluruh aplikasi AMOLED dapat diakses melalui tautan berikut.

Tiket Google I/O 2019 Gratis bagi DSC Leads

Google I/O adalah sebuah acara besar tahunan milik Google, didalamnya diselenggarakan berbagai acara yang membahas seluruh teknologi yang dikembangkan Google. Berbagai informasi baru yang penting dari Google biasanya diumumkan dalam acara ini. Maka dari itu lah, Google I/O menjadi acara yang sangat bergengsi di kalangan komunitas para pengembang.

Sekitar bulan maret 2019, kami para DSC Leads mendapat informasi mengenai seleksi untuk mendapatkan tiket Google I/O 2019 fully funded by Google. Sungguh, banyak yang antusias untuk mengikuti seleksi ini. Menurut informasi, dari 60 Leads, hanya 33 orang mendaftar dan hanya 4 orang DSC Lead Indonesia yang terpilih.

Semua yang terpilih adalah mereka yang belum pernah mengikuti Google I/O.

Seleksinya adalah berdasarkan formulir daring yang disediakan oleh pihak Google. Namun, (menurut saya) faktor penilaiannya tidak hanya itu. Faktor penilaiannya diambil juga dari laporan kegiatan DSC Leads yang disampaikan kepada pihak Google. Karena memang, tiket Google I/O adalah sebagai hadiah atas hasil usaha selama menjadi DSC Lead.

Kejutan Tak Terduga

Pada tanggal 9 April 2019 saya mendapatkan surel undangan Google I/O 2019, menggantikan teman saya yang dinyatakan batal berangkat karena menemui kendala. Karena tak disangka-sangka sebelumnya, saya sangat senang dan langsung sujud syukur.

Setelah itu, saya harus segera mengurus persiapan untuk dapat berangkat ke Amerika Serikat, seperti pengajuan Visa bisnis (B1) di Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, perizinan ke pihak kampus, dsb. Sementara untuk paspor, saya sudah menyiapkannya sejak tahun 2017. Alhamdulillah, pengajuan visa B1 saya langsung diterima oleh Kedubes U.S. Untuk kisah lebih detailnya, akan saya tulis dalam artikel terpisah.

Dukungan ‘Faktor Lain

Saya sadar, selama proses hingga saya dapat berangkat ke Amerika Serikat tak lepas dari dukungan ‘faktor lain’ yang saya juga tidak mengerti apa penyebabnya. Saya hanya menyerahkan semua urusan ini kepada Allah swt.

Jujur saja, skenario Allah swt. yang memberi kemudahan bagi saya, begitu nyata saya rasakan. Mungkin inilah dukungan tidak langsung yang berasal dari do’a orang tua, keluarga, teman-teman, dosen serta kyai saya. Saya hanya dapat menyampaikan terima kasih dan jaazakumullah khairan katsiran kepada semuanya.

Sebelum berangkat, saya memohon do’a restu kepada bapak Rektor, dan sowan terlebih dahulu kepada salah satu kiai di Gontor, bernama Al-Ustadz Ahmad Hidayatullah Zarkasyi. Beliau memberikan pesan dan nasehat yang sangat bermanfaat bagi saya untuk bekal nanti di Amerika Serikat.

Akhirnya…

Alhamdulillah wa bi-idznillah, saya akhirnya dapat menginjakkan kaki di Amerika Serikat, kemudian mengunjungi kantor pusat Google di Sunnyvale dan Mountain View, California. Menjadi peserta Google I/O 2019 sungguh pengalaman yang sangat berkesan.

This Post Has One Comment

Leave a Reply

Close Menu