Soft Launching Aplikasi Tamam
Soft Launching Aplikasi Tamam

Soft Launching Aplikasi Tamam

Soft Launching Aplikasi Tamam

Hari Ahad tanggal 4 Agustus 2019 merupakan hari dimana dilaksanakannya kegiatan besar bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam yang dalam hal ini bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk mengadakan “Acara Soft Launching Aplikasi Tamam” yang bertempatan di Hall lt.4 Gedung Terpadu Universitas Darussalam Gontor Siman Ponorogo Jawa Timur

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Rektor Universitas Darussalam Gontor, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bpk Dody Budi Waluyo. Kegiatan ini memiliki beberapa sesi yaitu : Soft Launching Aplikasi Tamam dan
Kuliah Umum di Hall lantai 4 Gedung Terpadu pagi hari, dilanjutkank Talk Show di Hall CIOS pada siang harinya.

Soft Launching Aplikasi Tamam

Aplikasi Tamam ini memiliki makna “Sempurna” dan diharapkan atas diluncurkannya aplikasi Tamam ini dapat menjadi kontribusi nyata pada Virtual Market Pesantren, aplikasi ini juga menjadi solusi bagi yang semakin sukar melepaskan diri dari transaksi ribawi, Tamam merupakan satu aplikasi yang dibangun atas dasar PSBI bersama para mujahidin di Universitas Darussalam Gontor dengan semangat kebersamaan untuk mencapai walfare dibawah naungan keridhoan-Nya. Sehingga terwujudnya cita-cita para pendiri bangsa ini yaitu tercapainya baldatun thoyyibun wa robbun ghofur.

TAMAM memiliki beberapa target pencapaiannya dengan tiga tahapan yaitu jangka pendek, menengah dan panjang. Dalam jangka pendek ini, TAMAM akan menargetkan seluruh pesantren yang berafiliasi dibawah Gontor saling bersinergi dan melengkapi kebutuhan satu pesantren dengan lainnya. Adapun jangka menengah akan memberikan ruang yang sama bagi seluruh pesantren di Indonesia yang tercatat hingga saat ini telah mencapai 28.000 pesantren.

Soft Launching Aplikasi Tamam

Secara tidak langsung beberapa manfaat yang akan didapatkan dari bersinerginya kekuatan antar pesantren di Indonesia yaitu; rakyat Indonesia tidak akan menjadi budak di negeri sendiri, produk lokal akan mendapatkan porsi yang sama, secara bertahap transaksi ribawi yang menghilangkan keberkahan harta dan memudahkan pesantren dalam memenuhi seluruh kebutuhan hariannya. Inilah the true model of economic protection yang mampu memberdayakan masyarakat muslim maupun non muslim sekitar pesantren, sehingga mampu meningkatkan value chain dan menurunkan operational cost dari produksi barang.

Leave a Reply

Close Menu