[dropcap]W[/dropcap]alau usia program studi ini baru dua tahun sejak pendiriannya, dua tim utusan Teknik Informatika UNIDA Gontor terpilih menjadi finalis Islamic Apps Contest. Acara tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Islam “Al-Fatih Muslim Drenalin” (LKI-AMD) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM-UB). Rentetan acara final berlangsung selama 3 hari, terhitung sejak hari Jum’at (25/3) sampai hari Ahad (27/3) lalu bertempat di Universitas Brawijaya, Malang. Keduanya bersaing dengan 16 tim lain yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Presentasi 1
Tim pertama mengusung nama “Unida Gontor” dengan anggota: Eko Prasetyo Widhi, Muhammad Dedy Setiawan dan Muhammad Rijal Yahya. Di lain tim, Muhammad Syakir Arif dengan Zaenury Adhiim Musyafa’ tergabung dalam tim “Wisdom Foundation”. Karya tim pertama adalah “My Faraidh”, suatu aplikasi penghitung pembagian harta warisan sesuai dengan Ilmu Faraidh. Selanjutnya adalah “ALMS App”, suatu aplikasi penunjang penyaluran dana Zakat, Infaq dan Sedekah kepada lembaga penghimpun dana ZIS. Karya yang dibangun kedua tim berupa aplikasi berbasis Mobile Android.
Di hari pertama, seluruh finalis melakukan registrasi serta menghadiri Technical Meeting. Didalamnya diadakan pengarahan teknis acara final serta pengundian nomor urut presentasi. Acara dilanjutkan dengan Shalat berjama’ah dan makan malam bersama. Tim Wisdom Foundation mendapat giliran pertama, sementara tim Unida Gontor berada di urutan presentasi ke-13.

Presentasi 3
Keesokan harinya, seluruh finalis menjalani sesi presentasi di hadapan dewan juri. Setelah menunggu giliran, anggota tiap tim dipersilahkan untuk memasuki ruang presentasi yang bertempat di gedung FILKOM-UB. Dalam waktu 20 menit mereka berusaha keras menjelaskan ide dan karya masing-masing tim, disertai demo penggunaan aplikasi  yang dibangun. Kemudian diakhiri dengan menunjukan kemampuan menjawab pertanyaan yang diajukan dewan juri selama 5 menit.
Di hari terakhir, seluruh tim finalis mengikuti acara Seminar Nasional yang bertajuk “Peran Teknologi dalam Peradaban Islam” dengan Prof. Dr. Ing. H. Fahmi Amhar sebagai narasumber. Sebelum acara seminar dimulai, masing-masing tim menyelenggarakan stan untuk memamerkan hasil karya mereka kepada publik. Setelah melakukan Shalat Dzuhur berjama’ah dan makan siang, sampailah mereka pada puncak acara Islamic Apps Contest, yaitu pengumunan hasil juara.

Pameran 4
Walau kedua tim utusan TI UNIDA belum terpilih menjadi pemenang, namun prestasi dan pengalaman yang diraih patut diapresiasi dengan baik. Peserta sudah berusaha semaksimal mungkin mengikuti kompetisi diiringi bimbingan dan dukungan yang luar biasa dari para dosen. Rangkaian kompetisi terbilang cukup lama, dimulai dari pengumpulan proposal sejak bulan Desember 2015 hingga babak final di bulan Maret 2016 sehingga cukup menguras waktu, tenaga dan pikiran. Ingat, Allah Swt tidak melihat hasil. Namun, Ia melihat usaha yang dilakukan oleh hamba-Nya. Maka, bersyukurlah dengan menjadikan pengalaman tadi sebagai modal untuk prestasi kedepannya yang lebih cemerlang. Tetap semangat, karena kesempatan masih banyak dan terbuka lebar!

Leave a Reply