Teknik Informatika -UNIDA , “dalam setiap tahunnya Indonesia menyumbangkan 100 Juta Dolar Lebih kepada Microsoft, Opensorce hadir sebagai solusi meminimalisir atas hal itu dan salah satu bentuk menghidari pembajakan”, Begitulah sedikit ungkapan pembuka dalam acara Seminar For Hacking yang bertema “Strengthen the Cybersecurity to Imporve the Endurance of Islam” yang dihelat Kamis kemarin (31/03) pukul 09.00 WIB di Gedung Auditorium  Terpadu Lt 4 Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).

Acara yang diadakan oleh Prodi Teknik Informatika (TI UNIDA) dan  Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIF) ini mendapat sambutan hangat dari para peserta dengan jumlah yang begitu besar mencapai lebih dari 350 peserta dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, umum, industri, Guru, Dosen bahkan ada peserta yang menempuh pedidikan di Jepang ikut antusias dan menyimak setiap apa yang disampaikan. Seminar ini menghadirkan Bpk. Onno W. Purbo, Ph.D sebagai pembicara, seorang penulis dan pakar ilmu IT di Indonesia. Bpk. Onno W. Purbo  yang akrab dipanggil Pa Onno dan terkenal dengan karyanya Open BTS itu menyajikan beberapa materi dan demo hacking yang di praktikan secara live selama acara seminar itu berlangsung. Dalam sela-sela materinya Beliau menjelaskan bahwa hacking adalah seni untuk berbagi, seni yang merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan dengan kretifitas dan kesabaran. Kebanyakan orang awam akan menganggap bahwa seorang Hacker adalah perusak, pencuri data, seorang kriminal dunia cyber dan lain-lain.

Padahal sebenarnya, “Hacker adalah sekumpulan individu atau beberapa kelompok yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengengetahuan dan sharing informasi bebas tanpa batas. Hacker adalah seseorang yang tertarik untuk mengetahui secara mendalam mengenai kerja suatu system,komputer, atau jaringan komputer. Mereka terdiri dari para programer yang ahli jaringan. Mereka jugalah yang berjasa membangun Internet lewat pengembangan sistem operasi UNIX.”. Sedangkan seorang pencuri data, seorang kriminal dunia cyber tidak lain adalah seorang cracker yang hanya sibuk untuk memuaskan diri mereka dengan aktivitas Cracking. mulai dari membobol komputer, menebar virus (tanpa tujuan – beberapa Hacker sejati ada yang menulis virus namun dengan tujuan yang jelas), hingga mengakali telepon (Phreaking). Para Hacker menyebut mereka sebagai orang malas yang tidak bertanggung jawab. Jadi, sangat tidak adil jika kita tetap menganggap bahwa Hacker itu jahat dan menakutkan karena sangat jelas bahwa Hacker bersifat membangun sementara Cracker bersifat membongkar.

Selain itu pula, dijelaskan juga bahwa masih banyak orang-orang yang ceroboh dalam sistem mengamankan  servernya sendiri, baik sistem yang sederhana ataupun sistem yang sudah canggih sekalipun, terutama dalam masalah password. Dalam pikiran kebanyakan orang, agar mudah diingat, maka password mereka akan dibuat berhubungan erat dengan kehidupan sehari-harinya dan menjauhi karakter-karakter rumit dengan tujuan agar mudah diingat. Dengan kebiasaan seperti itu ternyata merupakan “sasaran empuk” bagi para Attacker.

Di sesi Live demo, beliau mempraktikan bagaimana mencari kelemahan suatu web, dari web yang mempunyai kelemahan dan diserang dengan metode yang berbeda-beda pula. Belaiau juga sedikit menerangkan penyerangan yang menggunakan session hijacking, xss, Sql Injection dll. Demo yang berlangsung pada saat seminar itu tersebut cukup membuat tegang para peserta seminar.

Peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada Bpk Onno yang menambah suasana seminar semakin seru. Dalam akhir seminarnya Pak Onno  kembali berpesan ,“Anda Dapat Melakukan semua ini hanya di Opensource” dan sesi akhir ditutup dengan pembagian doorprize yang sudah di sediakan oleh panitia dan sesi terakhir perfotoan bersama.(red.ady)

Leave a Reply