OpenSUSE Asian Summit 2019 : Antusiasme Developer Linux UNIDA Gontor

OpenSUSE Asian Summit 2019 : Antusiasme Developer Linux UNIDA Gontor

OpenSUSE Asian Summit 2019 merupakan sebuah event bagi para developer di bidang open source operating system. Sistem operasi merupakan wadah bagi berseluncurnya para pengembang pengembang untuk berkarya dan menorehkan fitur-fitur baru untuk mempermudah para pengguna pada umumnya sekaligus untuk lebih mendalami seluk beluk di dalam sistem tersebut. Sistem operasi yang sering kita dengar seperti Microsoft, Linux, Android dan IOS, tetapi ada hal baru yang didalami oleh para kawanan developer Linux Darussalam Gontor yaitu adalah sistem operasi OpenSUSE.

Open Suse Operating System
Logo Open Suse Operating System

OpenSUSE adalah salah satu sistem operasi distro Linux  opensource yang didirikan pada tahun awal 1990-an di jerman, tujuan dari adanya OpenSUSE ini adalah memperkenalkan penggunaan Linux dimana-mana dengan menciptakan distribusi linux yang stabil dan ramah pengguna, OpenSUSE ini dapat digunakan sebagai sistem operasi untuk desktop dan server

Developer Universitas Darussalam Gontor dalam acara  OpenSUSE Asian Summit 2019
Tim Developer Universitas Darussalam Gontor dalam acara OpenSUSE Asian Summit 2019

Dengan berbasis  tujuan untuk mengenalkan sistem operasi linux lebih luas, maka Program Studi Teknik Informatika Universitas Darussalam Gontor mengutus Tim developer yaitu Rino Wahyu Bagus Mahendra TI/5, Kukuh Prasetyo Wibowo TI/5, Shafwansyah TI/5, Moch. Kholil TI/5, dan Muhammad Rifqi Akmal MB/5. Mereka diusulkan untuk mengikuti sebuah event yaitu OpenSUSE Asian Summit 2019, yaitu sebuah ajang dimana para penggiat open source dan penggunanya berkumpul belajar tentang mengenali sistem operasi OpenSUSE dan mengenalkan beberapa fitur-fitur baru yang diluncurkan dalam sistem operasi tersebut.

Event ini diadakan dengan tujuan menyatukan para penggiat open source se-internasional dan sekaligus mengenalkan tentang openSUSE dan berbagai kegunaannya. Event ini diadakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 5 Oktober 2019 sampai 6 Oktober 2019 berlokasikan di Universitas Udayana, Bali. Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi Univrsitas Udayana, Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT, Ph, D dan dilanjutkan oleh pengenalan OpenSUSE oleh founder OpenSUSE, Roland Dyroff Thomas Fehr Hubert Mantel Burchard Steinbild sekaligus diwarnai oleh tarian-tarian kebudayaan khas bali.

acara OpenSUse Indonesi
Salah satu kegiatan pada acara OpenSUse Indonesia

Setelah ajang pembukaan event OpenSUSE Asian Summit 2019, para peserta dipersilahkan untuk memasuki kelas pembelajaran yang diingikan mengenai perihal tentang open source. Dalam 1 hari diperkirakan ada 4 sampai 5 kelas yang diemban para peserta. Adapun para pemateri yang ikut andil dalam mewarnai kelas para peserta berasal dari dalam dan luar negeri.  Selain memasuki kelas yang ditentukan event ini juga sebagai ajang konferensi para penggiat dan pengguna open source internasional. Kemudian pada acara terakhir pada hari pertama diwarnai dengan pembagian Doorprize sekaligus penutupan oleh Kukuh Syafa’at. Hari kedua tidak jauh berbeda dengan hari pertama tetapi yang membedakan antara kedua hari itu adalah peyampaian materi lebih sedikit dikarenakan acara difokuskan kepada forum diskusi antara developer OpenSUSE dengan peserta. Di penghujung acara, para peserta dipersilahkan untuk mengikuti sesi perfotoan dengan developer openSUSE dan pemateri.

Selain dari mengikuti kegiatan tersebut, adapun para kawanan developer ini juga menjalin hubunga silaturahim dengan komunitas-komunitas linux luar sekaligus bertukar ide dan menyampaikan gagasan sekaligus menebar pengalaman antara para kawanan developer dengan komunitas tersebut. “saya berharap, relasi itu dapat memberikan Gerakan untuk kelompok studi linux Darussalam gontor untuk bisa menaikkan tarafnya ke kelas nasional bahkan internasional” tutur Rino Wahyu Bagus Mahendra, selaku peserta utusan di akhir wawancara.

Leave a Reply

Close Menu