Workshop Mikrokontroller, Sebagai Pengenalan Dasar Kepada Mahasiswi Teknik Informatika Kampus Putri

Workshop Mikrokontroller, Sebagai Pengenalan Dasar Kepada Mahasiswi Teknik Informatika Kampus Putri

Program studi Teknik Informatika Kampus UNIDA Putri telah mengadakan beberapa workshop di tahun ini, workshop selanjutnya yang diadakan di kampus putri yaitu Workshop Mikrokontroller yang diisi langsung oleh Ketua Progran Studi Teknik Informatika Al – Ustadz Shoffin Nahwa Utama, M.T. workshop ini diadakan pada hari Ahad tanggal 5 Januari 2020 bertempat di lantai 3 laboratorium Farmasi kampus Mantingan.

Al – Ustadz Shoffin sebagai pembicara dalam Workshop Mikrokontroller Mantingan

Mikrokontroller merupakan chip yang berupa Integrated Circuit  dan dapat menerima sinyal input, sederhananya mikrokontroller adalah otak dari suatu perangkat atau produk yang mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pada workshop kali ini mengintegrasikan sensor kelembaban tanah untuk mendeteksi kondisi tanah. Karena disini mikrokontroller diprogram untuk dapat digunakan bersama sensor agar dapat menjadi alat penyiram tanaman otomatis.

Mikrokontroller merupakan chip yang berupa Integrated Circuit  dan dapat menerima sinyal input, sederhananya mikrokontroller adalah otak dari suatu perangkat atau produk yang mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pada workshop kali ini mengintegrasikan sensor kelembaban tanah untuk mendeteksi kondisi tanah. Karena disini mikrokontroller diprogram untuk dapat digunakan bersama sensor agar dapat menjadi alat penyiram tanaman otomatis.

Mahasiswi Teknik Informatika mengikuti Workshop Mikrokontroller

Dengan beberapa alat seperti sensor kelembaban tanah, mikrokontroller Arduino Uno, kabel jumper, motor servo, relay, pompa air kecil dan LCD 2×16 dirancang dan diprogram untuk menjadi alat penyiram tanaman otomatis. Sensor ini diaplikasikan untuk mengukur kelembaban tanah yang ditanami tumbuhan, sensor ini bekerja mengukur dan akan mengaktifkan pompa air saat tanah terdeteksi kering. Setelah air disemprotkan oleh pompa air maka akan terdeteksi kelembaban tanahnya sehingga air berhenti mengalir.

Pembuatan alat ini diharapkan dapat mengurangi kekeringan tanaman yang menyebabkan kematian tanaman akibat ditinggal mahasiswi saat liburan datang. Khususnya tanaman apotek sehat milik program studi Farmasi.

Leave a Reply

Close Menu