Tadabbur Surat Al-Fatihah: Rahasia dan Keutamaanya

Tadabbur Surat Al-Fatihah: Rahasia dan Keutamaanya

Al-fatihah berarti pembuka, yang merupakan surat pertama dalam kitab suci al-Qur’an. Ia sangatlah istimewa, karena menjadi satu-satunya surat yang wajib dibaca di setiap rakaat shalat. Bahkan kedudukannya di dalam shalat tidak dapat digantikan. Barang siapa yang shalat tanpa membaca al-Fatihah maka shalatnya tidak sah karena membaca al-Fatihah termasuk syarat syahnya shalat. (Ibnu Abdil Bari: 2020)

keutamaan surat alfatihah
surah al-fatihah

            Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada surat yang diturunkan di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan yang semisal dengannya. Ia-lah surat yang berisi tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang, dan al-Qur’anul ‘Azhim yang diberikan kepadaku”.

            Surat al-Fatihah memiliki kandungan makna yang luar biasa, di dalamnya terdapat tiga macam tauhid yaitu tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifah. Tauhid rububiyah terkandung dalam penggalan ayat “Rabbul ‘alamin”, yaitu mengimani bahwa hanya Allah SWT yang menciptakan, mengatur, dan memberi rizki. Sedangkan tauhid uluhiyah terkandung dalam penggalan ayat, “iyyaka na’budu”  yang artinya adalah kita mengimani bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah SWT. Dan makna tauhid asma’ wa shifah terkandung dalam ayat, “Ar Rahmanirrahim” yang artinya kita mengimani bahwa Allah SWT mempunyai nama-nama dan sifat-sifat yang mulia dan sesuai dengan keagungan-Nya.

            Mengapa kita harus membaca surat al-Fatihah dalam shalat?

            Ibadah kepada Allah SWT harus ditopang dengan tiga macam amalan hati, yaitu rasa cinta, takut dan harap. Beribadah kepada Allah SWT tanpa rasa cinta seperti badan tanpa ruh. Beribadah kepada Allah SWT tanpa rasa harap akan melahirkan keputus-asaan terhadap rahmat Allah SWT. Dan beribadah kepada Allah tanpa rasa takut akan menyebabkan merasa aman dari hukuman-Nya. Padahal putus asa dari rahmat-Nya dan merasa aman dari hukumannya termasuk dosa-dosa besar.

surat alfatihah
isi surat alfatihah

            Sebagai seorang muslim kita harus mengetahui bahwa Al- Fatihah adalah bangunan kokoh yang menggambarkan kehambaan. Pengabdian itu berdiri di atas tiga pilar ibadah, yaitu rasa cinta, harap, dan takut. Rasa cinta dihimpun oleh kalimat, “Alhamdulillahi rabbil alamin,” rasa harap ditunjukkan oleh kalimat,”Ar rahmanirrahim,” dan rasa takut disebutkan dalam kalimat,”Maliki yaumiddin”.

            Alkisah ketika Hammad, putra dari Imam bin Abu Hanifah menguasai surat al-Fatihah dengan baik, Abu Hanifah memberikan uang sebesar 500 dirham kepada guru putranya tersebut. Pada saat itu harga satu kambing adalah satu dirham. Sang guru pun menganggap pemberian ini terlalu banyak karena ia hanya mengajarkan  surat al-Fatihah saja.

            Abu hanifah kemudian menjawab, “Janganlah kamu menganggap remeh perihal apa yang telah engkau ajarkan kepada putraku. Seandainya kami meiliki dirham yang lebih banyak dari yang kami berikan, niscaya kami akan memberikannya kepadamu demi menghormati Al- Qur’an.

-Umi Mahmudah, M.Pd.-

Leave a Reply

Close Menu