Apa itu Big Data Halal, Halal Blockchain, dan Titik Kritis Kehalalannya?

Apa itu Big Data Halal, Halal Blockchain, dan Titik Kritis Kehalalannya?

Pada hari selasa, 28 September 2021 bertempat di Aula Universitas Darussalam Gontor
Kampus Putri. Program Studi Teknik Informatika mengadakan agendanya yaitu webinar.
Dalam webinar kali ini mengambil tajuk titik kritis dalam suatu produk, halal blokchain, dan
big data halal. Memang semua itu terdengar asing bagi kita. Pengetahuan baru ini akan
membimbing kita untuk lebih selektif dalam menggunakan teknologi. Webinar ini dihadiri oleh
mahasiswi Universitas Darussalam Gontor secara offline dan berbagai perguruan tinggi swasta
maupun negeri lainnya secara online melalui zoom meeting.


Universitas Darussalam merupakan Universitas berbasis pesantren yang mana ritme
kehidupan kita yang dinamis dengan syariat Islam. Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu
memilah-milah sesuatu yang halal dan haram untuk kita gunakan. Tindakan kita, pola pikir
kita, makanan dan minuman, hingga teknologi yang kita gunakan. Kita harus selektif mana
yang harus kita gunakan maupun kita tinggalkan. Sebagai mahasantri kita harus berhati-hati
dengan hal tersebut. Karena kita tidak tahu apakah itu akan menyebabkan dosa besar atau tidak.
Betapa dharar-nya jika kita tidak tahu apa yang terjadi di dalamnya.


Webinar Big Data kali ini dipaparkan oleh Al-Ustadzah Nur Aini Rakhmawati,
S.Kom.,M.Sc.Eng.,Ph.D. salah satu Dosen ITS dan beliau merupakan koordinator dalam pusat
kajian halal (PKH) ITS. Banyak sekali prestasi-prestasi yang telah beliau raih di antaranya Best
Graphistry App at Tiger Graph Web App Hackathon 2021, Best selected posters from ASEAN
Young Scientiest 2016, 100 Indonesia Women Researcher Inspiration 2010, dan masih banyak
yang lainnya sampai kita tidak bisa menyebutkannya satu persatu. Beliau juga banyak menulis
paper atau jurnal penelitian


Penguatan industry halal selayaknya disesuaikan dengan perkembangan teknologi
yang berkembang di revolusi industry yang sedang berjalan. Beberapa penerapan teknologi
revolusi industry 4.0 seperti penggunaan internet, teknologi seluler, blockchain, pengunaan big
data menjadi sarana percepatan dan optimalisasi rantai bisnis halal yang kedepan berdampak
kepada efektifitas dan efisiensi industry halal. Kebangkitan revolusi teknologi yang secara
fundamental akan mengubah cara hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Komoditas
dasarnya adalah data yang dapat dikumpulkan dimana-mana dalam rantai pasokan halal di
pertanian, di jalur produksi makanan, di jalur check out di supermarket dan akhirnya menuju
konsumen. Dapat kita ambil salah satunya adalah big data. Yang mana bidang ini akan
menangani cara untuk menganalisis, mengestrak informasi secara sistematis, atau berurusan
dengan set data yang lebih besar atau kompleks untuk ditangani oleh perangkat lunak aplikasi
pemrosesan data.


Teknologi lain yang dapat memengaruhi industry halal yaitu Halal Blockchain. Halal
Blockchain memiliki beberapa karakteristik, antara lain immutable, append-only, aman,
terbuka, transparan, dan konsisten. Komponen penting dari blockchain adalah consensus
(proses pengembangan antara sekelompok) dan smart contract (kontrak tertulis antara apa yang
diterjemahkan dalam kode). Sistem informasi halal di Indonesia antara lain CEROL
https://regs.e-lppommui.org, SI HALAL http://ptsp.halal.go.id/ dan lain sebagainya. Sebagai
system yang dapat mengintegrasikan data dari semua pemangku kepentingan ke dalam buku
besar, Halal Blockchain dapat sangat menguntungkan industry makanan.

Inovasi teknologi seperti ini memiliki potensi untuk memperkuat dan meningkatkan
tidak hanya ekonomi, tetapi juga dunia secara keseluruhan. Dampak yang signifikan yang
diberikan dari teknologi ini berupa standar hidup yang tinggi, peningkatan keselamatan dan
keamanan, dan peningkatan kapasitas manusia. Dari sini kita harus memanfaatkan teknologi
ini hingga terus tumbuh di tingkat internasional.


Dari webinar ini, kita telah mendapatkan banyak ilmu-ilmu yang sebelumnya belum
kita ketahui seperti apa sajakah halal dan haramnya produk, bagaimana cara kita memilahnya,
bagaimana teknologi mengoptimalisasi rantai bisnis halal. Jangan sampai kita terjerat dalam
kemaksiatan hanya karena tidak mengetahui halal atau tidakkah apa yang telah kita gunakan
sekarang ini. Setiap Muslim harus memastikan bahwa apa yang mereka makan berasal dari
sumber halal. Ini tidak hanya berarti memeriksa bahan-bahan saja, tetapi juga memastikan
bahwa seluruh proses sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah. Sebagai generasi muda kita harus
faham dan lebih faham lagi akan teknologi tanpa menghilangkan asas halal dan haram dalam
syari’at Islam.

Leave a Reply

Close Menu