Family Gathering Informatika, sebagai media penguat silaturahmi mahasiswa dengan dosen

Family Gathering Informatika, sebagai media penguat silaturahmi mahasiswa dengan dosen

Rabu siang. 6 Oktober 2021. Sudah siap. Meski siang hari panas. Mahasiswa TI sudah menyiapkan hall CIOS dengan semangat. Dengan baju yang seragam. Background pun terpasang rapi. Meski undangan pukul 13.30, semua personil sudah siap. Penyelenggaraan cukup profesional. Dengan MC nya yang fasih. Dengan Qari’ nya yang cukup merdu. Juga penataan ruangan yang rapi. 

Sejurus kemudian, acara dibuka. Oleh MC, lalu Qori’. Dan mensilakan ust Dhihin Muriyatmoko, S.T., M.MT selaku kaprodi. Untuk menyampaikan sambutan. Beliau mengawali dengan menanyai mahasiswa. Berdasarkan petuah dari filsuf, Socrates. Agar kita memfilter informasi. Apakah itu: 1) benar? 2) baik? 3) bermanfaat?

 
 

Para mahasiswa pun mulai ditanya. Tentang informasi apa saja yang telah didapat. Dari bangun pagi hingga saat ini. Beberapa mahasiswa menjawab. Sebagian dengan lugu dan kocak. Menceritakan kegiatan habis shubuh hingga siang ini. Dan menyampaikan info. Yang mereka dapat. Di akhir, beliau menyampaikan pelajaran. Bahwa kita perlu filter berita. Di era teknologi informasi yang pesat. Dan mudah tersebar. Seperti saat ini. Sehingga, kita mengetahui yang benar dari yang palsu. Juga yang baik dari yang buruk. Berikut yang bermanfaat dari yang membahayakan. 

Termasuk, beliau mengenalkan seorang alumni TI UNIDA Gontor. Tahun 2020. Yang pernah magang di Google. California, bukan Jakarta.Muhammad Syakir Arif. Alumni KMI 2015. Yang saat ini bekerja di qelola.com. Start up teknologi keuangan (fintech). Pun diberi kesempatan untuk sharing. Dalam kesempatan ini. Khususnya dalam memotivasi mahasiswa. 4 hal yang disampaikan. Baik nostalgia, membangun mind set, seputar kerja, dan sharing resource. Nostalgia, yakni usai lulus KMI. Mendapat surat tugas pengabdian di UNIDA. Meski bingung, namun tetap dijalani. Hingga mendapat berbagai kesempatan untuk lomba. Juga mendirikan kelompok studi AMOLED: Android and Mobile Development.

Ada prospek menjadi Android Developer. Ini masih sangat besar. Apalagi pasarnya masih 75% di dunia ini. Ini perlu dimulai dari sekarang. Dari menguasai fundamental coding dan programming. Berbagai sumber belajar dapat diakses. Misalnya Google Developer Student Club, ICCamp (Indosat), Bangkit, Dicoding, Kampus Merdeka, Kartu Prakerja, dll. Di akhir, Syakir berpesan bahwa pengembangan software diupayakan untuk mempermudah kehidupan di kampus khususnya, dan manusia pada umumnya.

Acara selanjutnya adalah pembagian penghargaan. Untuk dosen, juga Himpunan Mahasiswa, dan mahasiswa dengan kategori ter-alim, dan ter-aktif..

Ada pula penampilan unik. Tari kombinasi. Juga band elektrik. Oleh beberapa mahasiswa. Dengan alat band berupa aplikasi android. Membawakan musik akustik. Berjudul Rembulan Malam. Penampilan lain adalah campursari.

ersiapan acara ini sangat totalitas. Ada pula penayangan video pendek. Tentang kegiatan. Baik akademik dan klub studi yang ada di prodi. Seperti Amoled, Dawet, KSL Dragon, Komda, dan lainnya.

Leave a Reply

Close Menu