Studi Akademik: “Sistem CEISA 4.0 di Bea Cukai sebagai Pelopor Penerapan IT di Lembaga Pemerintahan”

Studi Akademik: “Sistem CEISA 4.0 di Bea Cukai sebagai Pelopor Penerapan IT di Lembaga Pemerintahan”

Rabu (26/1/2022), Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Darussalam Gontor mengadakan kegiatan Studi Akademik. Studi Akademik tahun ini bertempat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berlokasi di Ibu Kota Negara Indonesia. Pelaksanaan kegiatan ini,bertujuan untuk meningkatkan mutu mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai dunia IT yang lebih luas dan penerapannya dalam dunia kerja di Indonesia. Isi acara ini membahas mengenai Teknologi Informasi yang digunakan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Acara ini diharapkan dapat menggali motivasi dan untuk membuka wawasan tentang dunia pekerjaan khususnya di bidang Teknologi Infomarsi.

”Penerapan IT di Pemerintahan harus ada strategi dan sesuai visi misi direktorat pemerintahan tersebut” menurut Pak Agus Triyono selaku Kasie Evaluasi Teknologi Informasi.

Di Bea Cukai sendiri diterapkan system bernama CIESA 4.0 di dalam CIESA 4.0 terdapat penerapan Big Data, Artificial Intelligence, Image Vision, Auto Gate, e-Seal, API Collaboration untuk membantu penanganan masalah pabeaan dan percukaian yang ada di Dirjen Bea Cukai Indonesia dengan Menggunakan 7 Pillar Penguatan TIK Direktorat Jenderal Bea Cukai Indonesia :

  1. Single Core System

Penyatuan beberapa sistem utama CEISA yang selama ini terpisah, simplifikasi, integrasi, personalisasi, serta menggunakan big data platform untuk memenuhi kebutuhan analisis

  1. Smart Custom and Excise

Mengoptimalkan kegiatan pengawasan kepabeanan dan cukai dengan pemanfaatan teknologi (CEISA Search, Profiling, Smart Targetting, Passenger, Risk management, e-seal, cctv).

  1. Analytics

Memanfaatkan data untuk mendukung pengambilan keputusan organisasi

  1. Support

Layer Support mengotomasi semua proses bisnis DJBC diluar proses bisnis utama

  1. API

Kemudahan proses integrasi lintas aplikasi

  1. Digital Workspace

Memperluas aplikasi berbasis mobile

  1. Portal Pengguna Jasa

Kemudahan pengguna jasa untuk berinteraksi dengan layanan kepabeanan dan cukai

Bea Cukai sendiri telah menetapkan dirinya sebagai pelopor penerapan IT di dalam pemerintahan, karena kelasnya internasional jika masih menggunakan sistem manual akan menyulitkan dan akan ketinggalan jaman.

Penggunaan AI bisa dilihat dari penggunaan Image Recognition di Bandara untuk mengenali barang yang dibawa imigran. Penggunaan big data untuk memuat data barang-barang dan pengirim serta penerimanya. Penggunaan analytics untuk menganalisa diperbolehkan atau tidaknya barang tersebut masuk ke Negara Indonesia. Penggunaan satu API, maksudnya satu aplikasi untuk semua saling terintegrasi dengan data pusat

Puncak acara pada Studi Akademik di Jenderal Bea dan Cukai ini simbolis dengan pemberian cendera mata kepada kedua belah pihak, Program Studi Teknik Informatika dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan perfotoan bersama. Acara ditutup dengan motivasi dari Bapak Agus Triyono “peluang kerja untuk anak IT, bukan hanya programmer semua anak IT yang melek IT atau up-to-date mengenai perkembangan IT dibutuhkan di pemerintahan Indonesia saat ini untuk sosialisasi dan pengembangan “selaku Kasie evaluasi teknologi informasi di akhir acara.

Tinggalkan Balasan

Close Menu